Percepat Operasional Bandara Kertajati, Kadin Jabar Tarik Investor Singapura

Bandung,KBI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat menggelar pertemuan bisnis dengan delegasi Singapura di Kantor Kadin Jabar, Bandung. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas peluang investasi strategis di wilayah Jawa Barat sekaligus memperkuat hubungan ekonomi kedua belah pihak.

Dalam diskusi tersebut, Kadin Jabar memperkenalkan potensi besar yang dimiliki provinsi ini, mulai dari kawasan industri, kesiapan infrastruktur, hingga berbagai sektor unggulan yang siap menyerap modal asing.

​Acara ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Perekonomian Kadin Jawa Barat, Dr. Hj. Masrura Ram Idjal, SE., MBA., MSc, sebagai narasumber utama.

Turut mendampingi, Wakil Ketua Umum Kadin Jabar Daniel GN dan Tubagus Robby S dari Komite Tetap (Komtap) Kadin Jabar. Sementara itu, delegasi Singapura dipimpin oleh Sekretaris Politik Kedutaan Besar Republik Singapura untuk Indonesia, Ms. Esther Lee.

​Dalam paparannya, Kadin Jawa Barat menjelaskan bahwa provinsi ini memiliki 21 kawasan industri aktif dengan karakteristik wilayah yang variatif. Salah satu aspek penting yang menjadi pertimbangan investor adalah pemetaan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

” Sebagai perbandingan, UMK di Kabupaten Bekasi berada di kisaran Rp5 juta, sedangkan di Kabupaten Majalengka berkisar antara Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta. Perbedaan ini menawarkan fleksibilitas bagi korporasi yang ingin meningkatkan efisiensi operasional atau melakukan relokasi pabrik, ” Terangnya.

Selain itu, sektor manufaktur seperti tekstil, garmen, otomotif, kendaraan listrik, dan komponen dirgantara (seperti suku cadang Airbus dan Boeing) tetap menjadi motor utama investasi dan ekspor, disusul oleh komoditas pertanian seperti kopi dan teh, serta produk UMKM yang terus didorong ke pasar internasional.

” ​Kadin Jabar justru memberikan perhatian khusus pada pengembangan Kawasan Industri Rebana di utara Jawa Barat. Kawasan ekonomi baru ini diintegrasikan dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan akses pelabuhan laut guna memangkas jalur logistik ekspor-impor, ” Jelasnya.

Terkait konektivitas, Kadin mengonfirmasi hasil rapat bersama manajemen bandara yang menindaklanjuti instruksi Presiden RI untuk mempercepat operasional penerbangan penuh pada 17 Agustus 2026.

Maskapai seperti AirAsia, Scoot, TransNusa, dan Lion Group menyatakan kesiapannya melayani rute domestik dan internasional, termasuk penerbangan langsung ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bahru.

” Kehadiran rute langsung ini diharapkan menjadi solusi efisiensi waktu bagi para pelaku bisnis dan wisatawan, yang selama ini harus menempuh 4 hingga 5 jam perjalanan darat menuju Bandara Soekarno-Hatta akibat kendala kemacetan, ” Paparnya.

​Menanggapi kekhawatiran dari Ms. Esther Lee terkait tantangan kepastian hukum dan dinamika regulasi di Indonesia, Kadin Jabar secara terbuka mengakui bahwa sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah masih terus dibenahi.

” Kendati ada tantangan seperti birokrasi administrasi dan penyesuaian di lapangan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen penuh mengusung semangat “No Complaint, More Investment”, “katanya.

Upaya nyata dilakukan melalui reformasi perizinan terpadu, fasilitasi business matching, serta pendampingan melekat bagi investor asing.

Sebagai langkah konkret ke depan, Kadin Jabar mengundang delegasi Singapura untuk hadir dalam forum investasi resmi yang akan digelar di Gedung Sate guna merealisasikan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.(HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *